Menjaga pola tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan tubuh. Karena kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, menekan sistem kekebalan tubuh, menurunkan fungsi kognitif, serta memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental Anda.
Bukan hanya itu, kurang tidur juga bisa berpengaruh pada penampilan wanita. Apakah itu benar? Untuk mendapat jawabannya maka bisa menyimak ulasan berikut.
Apakah Kurang Tidur Bisa Merusak Penampilan Wanita?
Kurang tidur juga sangat mempengaruhi penampilan tubuh wanita mulai dari kulit, rambut hingga kuku. Secara spesifik, berikut 5 dampak negatif kurang tidur bagi penampilan wanita, antara lain:
- Membuat Anda Terlihat Lebih Tua
Ketika kurang tidur, proses penuaan kulit semakin cepat. Jadi, organ-organ itu muncul sangat awal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kurang tidur memiliki lebih banyak kerutan, kulit kering, pori-pori besar, kemerahan, dan lingkaran hitam di bawah mata.
Pada saat tidur, sel-sel Anda akan beregenerasi. Jadi, jika Anda tidak mendapatkan tidur yang berkualitas, maka sel tersebut tidak dapat memperbaiki diri sehingga muncul kriput.
- Menyebabkan Jerawat
Istirahat malam yang cukup merupakan langkah penting jika Anda ingin memiliki kulit bebas jerawat. Sebaliknya, ketika Anda kurang tidur, maka bersiaplah untuk mengalami masalah jerawat.
Hal ini karena kurang tidur dikaitkan dengan disregulasi kekebalan tubuh dan peradangan pada kulit, yang menyebabkan kekeringan, kemerahan, dan jerawat.
- Memperburuk Kondisi Kulit
Orang dengan jerawat, psoriasis, rosacea, eksim, atau kondisi peradangan lainnya di sarankan untuk tidur minimal 8 jam setiap malam. Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi dengan baik, maka kecemasan meningkat dan kondisi kulit yang buruk semakin parah.
Oleh karena itu, penderita masalah kulit, terutama yang berkaitan dengan peradangan, sebaiknya menjaga kebiasaan tidur yang sehat, berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi.
Jika membahas pola tidur yang sehat ada beberapa. Seperti:
- Tidurlah tujuh hingga delapan jam setiap malam
- Tidur nyenyak dan tidak mudah terbangun
- Istirahatlah yang cukup
- Jangan menggunakan obat tidur
Apakah Pola Tidur Wanita dan Pria Berbeda?
Ada beberapa faktor yang bisa membuat perbedaan antara pola tidur wanita dan pria. Seperti:
- Siklus Tidur
Selama tidur malam, perkembangan tiga hingga lima siklus tidur adalah hal yang normal. Periode ini biasanya berlangsung dari 90 hingga 120 menit dan terdiri dari berbagai tahapan tidur. Ada empat tahapan tidur, yaitu tidur gerakan mata cepat (REM) dan tidur gerakan mata non-cepat (NREM).
Dua tahap pertama NREM adalah tidur ringan, sedangkan tahap 3, yang dikenal sebagai tidur nyenyak, melibatkan pernapasan yang lebih lambat serta aktivitas otak dan otot. Dari siklus tidur sudah bisa di temukan perbedaan antara wanita dan pria.
- Ritme Sirkadian
Meski tergolong kecil, perbedaan ritme sirkadian antara pria dan wanita dapat memengaruhi kuantitas tidur mereka. Ritme sirkadian dikendalikan oleh jam internal tubuh yang 24 jam. Jam ini membantu mengatur seluruh sistem dan proses tubuh, termasuk tidur, dengan menyinkronkan fungsinya pada waktu-waktu tertentu dalam sehari.
- Masalah Kesehatan Lainnya
Tidur dapat terganggu oleh masalah kesehatan besar, yang banyak di antaranya berdampak sama pada wanita dan pria. Pria memiliki tingkat penyakit kardiovaskular dan masalah paru-paru kronis yang lebih tinggi. Keduanya bisa berdampak negatif pada tidur.
Konsumsi alkohol berlebihan lebih sering terjadi pada pria dan dapat mengganggu pola tidur serta menurunkan kualitas tidur.
Wanita lebih mungkin didiagnosis menderita kecemasan, suatu kondisi kesehatan mental yang sering menyebabkan kesulitan untuk tertidur. Wanita juga lebih mungkin mengalami mulas dan refluks asam, yang dapat memperburuk kualitas tidur secara keseluruhan.
Jika Anda tidur dibawah 5 jam setiap hari, maka mengalami dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh, yaitu:
- Diabetes Tipe 2
Risiko diabetes tipe 2 juga meningkat pada orang yang tidur kurang dari 5 jam sehari. Ini karena glukosa dan metabolisme diatur saat tidur. Ketika tubuh kurang istirahat, otomatis proses penyesuaian ini terganggu.
Tak hanya itu, kurang tidur juga menyebabkan peningkatan kortisol yang membuat sel menjadi resisten terhadap insulin.
- Kelebihan Berat Badan (Obesitas)
Dampak yang dapat terjadi adalah risiko kelebihan berat badan, yakni obesitas. Saat Anda begadang atau kurang tidur, otomatis tubuh mengurangi pelepasan hormon leptin. Hormon ini bertanggung jawab untuk menekan nafsu makan dan merangsang penggunaan energi.
Sebaliknya, ketika Anda kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon ghrelin yang dapat meningkatkan nafsu makan.